Layanan Rapid Test di Rumah: Ini Dia Kegunaan Rapid Test yang Perlu Anda Ketahui

Deysot – Sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, pandemi virus corona memang belum berakhir. Terbukti dengan bertambahnya kasus virus corona yang menyerang masyarakat Indonesia. Untuk menekan penyebaran virus ini, upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah dengan melakukan rapid test di beberapa wilayah di Indonesia. Khususnya di beberapa wilayah di Indonesia dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup banyak. Namun karena keterbatasan alat rapid test, tidak semua orang bisa menjalani prosedur ini secara serentak. Sehingga beberapa orang ada yang mendapatkan layanan rapid test di rumah secara mandiri melalui berbagai layanan kesehatan tertentu.

rapid test

Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh guna melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh jika ada paparan virus corona. Sehingga bisa dikatakan, ketika antibodi ini terdeteksi dalam tubuh manusia, maka artinya tubuh tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Pembentukan antibodi ini memerlukan waktu hingga beberapa minggu. Sehingga tak heran jika keakuratan rapid test terbilang cukup rendah.

Rapid test hanyalah pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring. Jadi salah jika beberapa orang ada yang beranggapan pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau COVID-19 pada tubuh seseorang. Untuk mengetahui seseorang positif terkena virus corona ataukah tidak, hanyalah dengan melakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction). Pemeriksaan ini dapat mendeteksi secara langsung keberadaan virus corona, bukan melalui ada atau tidaknya antibodi terhadap virus corona.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, karena keterbatasan alat rapid test, maka tidak semua orang bisa menjalani prosedur pemeriksaan ini secara serentak. Pemeriksaan lebih diprioritaskan untuk dilakukan pada mereka yang dinilai lebih beresiko terkena virus corona atau COVID-19, seperti:

  1. Orang dalam pengawasan.
  2. Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP).
  3. Orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien yang terkontaminasi atau kemungkinan besar positif terkena COVID-19.
  4. Masyarakat dengan resiko tertular COVID-19 paling tinggi, seperti petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani infeksi corona atau COVID-19.
  5. Masyarakat yang bekerja di puskesmas atau klinik dan masyarakat dengan profesi yang memungkinkan interaksi sosial yang tinggi, seperti polisi, TNI, ulama, pejabat publik, petugas bandara, pedagang pasar, dll.

Penentuan kriteria tersebut bisa dilakukan ketika Anda ke puskesmas untuk bertemu dengan dokter. Anda juga bisa didatangi secara langsung oleh pihak puskesmas jika memang terdata pada jejak kontak dengan mereka yang merupakan ODP, PDP, atau pasien terkontaminasi. Bagi Anda yang tidak termasuk dalam kriteria tersebut, dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan penularan virus corona dengan rutin mencuci tangan dengan sabun, melakukan social distancing, menjaga daya tahan tubuh, selalu menggunakan masker ketika bepergian, mengurangi frekuensi bepergian jika dirasa tidak mendesak, dll.

Pada masa pandemi corona seperti saat ini, beberapa rumah sakit dan klinik membatasi konsultasi tatap muka demi menghindari resiko penularan virus corona. Menggunakan layanan kesehatan digital atau telemedicine bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda yang ingin melakukan pemeriksaan rapid test. Aido Health bisa menjadi salah satu rekomendasi terbaik untuk layanan rapid test di rumah maupun penanganan kesehatan lainnya. Anda cukup menginstal aplikasi Aido Health agar bisa mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, karena memang sudah didukung dengan tenaga ahli kesehatan yang kompeten di bidangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *