Manakah yang Lebih Baik? Air Biasa atau Radiator Coolant Mobil

Deysot – Radiator merupakan sebuah mesin pendingin yang selalu ada pada setiap kendaraan bermotor. Biasanya radiator akan dimasukkan suatu cairan khusus agar dapat berfungsi dengan baik. Hanya saja, saat ini sudah banyak yang menggunakan air biasa sebagai cairan radiator mobil padahal tidak bisa bekerja maksimal layaknya cairan khusus yaitu radiator coolant mobil.

Radiator berfungsi untuk menjaga agar suhu mesin tidak terlalu panas atau mengalami overheat ketika digunakan yang mana dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin kendaraan. Maka dari itu diperlukan cairan khusus karena mengandung bahan-bahan tertentu yang dapat menyerap dan melepas panas dari mesin radiator di mana cairan tersebut yaitu radiator coolant atau cairan radiator.

Radiator Coolant Mobil

Perbandingan Air Biasa Dengan Radiator Coolant Mobil

Radiator coolant adalah suatu campuran bahan kimia yang biasanya memiliki kandungan ethylene glycol. Ethylene glycol ini berfungsi untuk membuat radiator coolant tetap dalam titik beku yang rendah serta memiliki titik didih yang juga tinggi karena sifat anti bekunya. Ethylene glycol juga bisa dicampurkan dengan air biasa.

Saat ini radiator coolant yang dijual ada yang masih asli tanpa campuran, ada juga yang sudah langsung dicampur dengan air biasa namun dalam takaran yang tepat. Jadi anda bisa bebas memilih yang memang sudah dicampur atau yang harus dicampur sendiri terlebih dahulu sebelum digunakan. Biasanya campuran radiator coolant dan air biasa yaitu 50:50.

Namun banyak juga yang mengisi radiator dengan menggunakan air biasa baik itu air mineral atau air keran bahkan ada yang mengisinya dengan air AC. Tentu saja hal ini membuat banyak orang mempertanyakan apakah hal ini boleh dilakukan atau tidak. Apakah terdapat efek samping jika menggunakan air biasa sebagai pengganti cairan pendingin atau radiator coolant.

1. Kandungan

Cairan pendingin radiator memang mengandung bahan-bahan yang telah dirancang sedemikian rupa agar dapat menjaga suhu radiator tetap normal dan tidak sampai di titik overheat bahkan beberapa radiator coolant di klaim dapat mencegah karat dan korosi pada mesin radiator. Tentu hal ini akan lebih menguntungkan mengingat penggunaan air biasa dalam jangka waktu yang lama dapat membuat mesin menjadi berkarat karena kandungan mineral yang dimilikinya.

2. Titik Didih

Titik didih radiator coolant juga lebih tinggi dibandingkan titik didih air biasa yang hanya 100 derajat celcius sehingga air biasa akan lebih cepat menguap dan tidak terlalu mampu untuk menjaga suhu mesin radiator agar tetap di titik normal. Titik didih radiator coolant yang lebih tinggi membuat cairan radiator tidak cepat menguap dan dapat melindungi mesin lebih lama agar tidak mengalami overheat.

3. Titik Beku

Selain titik didih, radiator coolant juga memiliki titik beku yang sesuai sehingga tidak mudah membeku pada suhu yang ekstrim berbeda dengan air biasa yang mudah membeku yang akan berakibat fatal.

4. Endapan

Cairan radiator coolant juga tidak menyisakan endapan kotoran di bagian dalam mesin. Air biasa masih mengandung banyak kotoran sehingga kotoran tersebut dapat mengendap di dalam mesin radiator yang tidak baik pada mesin kendaraan dan akan membuat mesin menjadi cepat berkarat dan mengalami korosi.

Inilah beberapa perbandingan antara radiator coolant dan air biasa. Bisa dilihat bahwa radiator coolant memang lebih baik dibandingkan air biasa. Salah satu radiator coolant mobil terbaik yaitu Master Radiator Coolant Premixed Red yang dapat melindungi mesin mobil dengan sempurna tanpa harus dicampur air sehingga penggunaannya lebih praktis. Radiator coolant ini bisa dibeli di www.autochem.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *