Meski Banyak Kasus, Fintech Pinjam Online Tetap Diminati, Mengapa?

Deysot – Ada tiga kasus utama fintech pinjam online yang terbilang cukup meresahkan yaitu legalitas fintech, kurangnya jaminan keamanan data, serta suku bunga pinjaman yang sangat tinggi.

Terlepas dari banyaknya fintech ilegal yang memang menjebak konsumen, banyak juga konsumen yang tidak pikir panjang dan cenderung impulsif ketika pinjam online uang tunai ke fintech. Akibatnya, yang terjadi adalah gali lubang tutup lubang dan terbelit utang.

Tapi, meski cukup berisiko, nyatanya fintech pinjam online masih sangat diminati oleh masyarakat hingga saat ini, mengapa demikian?

pinjam uang kredivo

Kecepatan Proses Pengajuan Pinjaman Lewat Smartphone, Tanpa Survey

Dibanding meminjam ke lembaga multifinansial konvensional atau bank, fintech pinjam online jelas lebih unggul dalam hal dokumen persyaratan dan kecepatan proses pencairan pinjaman. Beberapa fintech bahkan bisa mencairkan pinjaman dana tunai dalam waktu hitungan menit saja. Seperti Kredivo misalnya, yang menawarkan fasilitas pinjaman mini dengan jumlah pinjaman minimal Rp500.000 dalam jangka waktu maksimal 30 hari dan pinjaman jumbo dengan jumlah pinjaman minimal Rp 1 juta dalam jangka waktu 3 bulan atau 6 bulan, dengan suku bunga hanya 2,95% saja per bulannya.

Apabila bank atau lembaga multifinansial konvensional butuh waktu untuk melakukan survey tempat tinggal dan data nasabah, fintech pinjam tunai seperti Kredivo mengandalkan teknologi machine learning pada aplikasinya yang akan membaca kesesuaian data-data nasabah serta memutuskan layak tidaknya nasabah tersebut diberi pinjaman. Sehingga, prosesnya akan jauh lebih cepat. Jika data-data yang kamu unggah asli, tidak bermasalah, dan histori kreditnya baik, kesempatan pengajuanmu untuk disetujui akan sangat besar.

Praktis untuk Jumlah Pinjaman yang Kecil

Dalam keadaan darurat, biasanya jumlah pinjaman yang dibutuhkan berkisar mulai Rp 1 juta sampai Rp 5 jutaan, misalnya untuk kebutuhan berobat, tambah-tambah kebutuhan rumah tangga, dan yang lainnya. Untuk kisaran jumlah pinjaman yang kecil ini, meminjam ke institusi besar seperti bank bisa dibilang terlalu berlebihan dan tidak sebanding dengan usahanya. Di sinilah, peran fintech pinjaman online sangat membantu banyak orang. Sebab umumnya. Dengan catatan, orang yang menggunakan fintech itu sendiri bisa berlaku bijak dan tidak aji mumpung. Sebab, salah-salah, justru akan merepotkan kondisi keuangan sendiri nantinya.

Tidak Perlu Bersinggungan dengan Orang Lain

Ada kalanya, “berinteraksi” dengan smartphone akan jauh lebih mudah dibanding berinteraksi dengan orang lain. Terutama dalam urusan pinjam meminjam dana. Tidak bisa dipungkiri, pinjam uang ke teman atau keluarga tentu tidak bisa terlepas dari rasa nggak enak atau bahkan nyinyiran. Jika pinjam ke aplikasi fintech, orang hanya perlu “berinteraksi” dengan aplikasi itu saja dan data-data pribadinya. Disetujui atau ditolaknya pinjaman, hanya orang tersebut yang akan tahu, tidak ada orang lain yang dilibatkan.

Masih Ada Fintech Kredibel seperti Kredivo yang Menjamin Keamanan Data Konsumen & Suku Bunganya Rendah

Meski banyak kasus fintech ilegal, tapi faktanya, fintech yang legal dan resmi terdaftar di OJK jumlahnya juga tidak kalah banyak. Berdasarkan data yang dihimpun dari situs OJK, per 1 Februari 2019, total ada 99 fintech legal yang bisa digunakan jasanya oleh masyarakat. Namun, meski ke-99 fintech legal, tidak semua fintech ini memiliki besaran suku bunga yang sama, ada yang cukup tinggi dan ada juga yang rendah sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.

Sejauh ini, Kredivo adalah salah satu fintech dengan fasilitas pinjaman tunai dan kredit barang dengan suku bunga yang paling rendah dibanding fintech lainnya. Suku bunganya hanya 2,95% per bulan, sementara fintech lain bisa mencapai 20% – 30% per bulan. Selain sudah memiliki izin dan berada di bawah naungan OJK, Kredivo juga menggunakan teknologi enkripsi untuk menjamin keamanan data nasabahnya. Teknologi ini selain akan menjaga data nasabah, juga tidak mengizinkan pihak lain selain yang berkepentingan atau terkait untuk bisa membaca data-data penting tersebut. Tidak hanya itu, di dalam kebijakan privasi Kredivo, ada juga jaminan bahwa Kredivo tidak akan menyewakan dan memperjualbelikan data-data nasabah ke pihak ketiga manapun.

Persyaratan daftar Kredivo juga sangat mudah. Calon nasabah harus berusia minimal 18 tahun, sudah berpenghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulannya, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. Setelah itu, download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store.

Kredivo bisa memberikan limit kredit maksimal sampai Rp 30 juta untuk nasabah yang mendaftar sebagai Akun Premium. Jadi, ketika kamu mendaftar Kredivo, sebaiknya langsung pilih daftar sebagai Akun Premium. Selain bisa dapat limit kredit yang lebih besar, kamu juga bisa menikmati semua fasilitas yang ada di Kredivo mulai dari belanja online cicilan s.d 12 bulan, belanja di merchant offline dengan QR Code, pinjaman tunai, hingga transaksi tiket pesawat, pulsa, token listrik, atau paket data langsung dari aplikasi Kredivo.

Untuk belanja cicilan, total ada 200 lebih merchant online yang sudah bermitra dengan Kredivo, mulai dari Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, JD.id, Blibli, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hanya dengan belanja minimal Rp 1 juta di salah satu merchant, kamu sudah bisa bayar pakai Kredivo dengan cara cicilan tenor 3/6/12 bulan, tanpa dp, dan suku bunga 2,95% per bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *