Tips Menciptakan Nuansa Etnik Jawa pada Hunian

Deysot – Jika terdengar kata etnik, pasti yang lewat di benak Anda adalah budaya. Salah satu etnik yang terkenal di Indonesia adalah Etnik Jawa, merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indramayu, dan Banten. Sekitar 40%an dari penduduk Indonesia merupakan Etnik Jawa.

Dari 40% penduduk tersebut, masih banyak pula yang masih menggenggam etnik tersebut erat-erat. Mereka masih menyimpan dan menerapkan beberapa budayanya, seperti Wayang Kulit, Keris, Gamelan, bahkan hunian. Rumah Etnik Jawa memiliki ciri yang sangat khas; dengan furnitur ukiran berwarna coklat serta batik yang menyelimuti rumah tersebut.

Setiap rumah dengan gaya etnik selalu memiliki kesan damai, rileks dan tenang. Suasananya akan membuat kita melupakan sumber dari keributan dan keruwetan hidup yang makin berat. Lebih tepatnya akan merasa betah berleha-leha di dalamnya.

Saat ini Etnik Jawa banyak diadopsi pada proyek-proyek hunian baru di beberapa wilayah. Sebut saja rumah dijual di Malang. Dilansir dari Lamudi.co.id, untuk rumah dijual di Malang, para developer pada dasarnya menggunakan sentuhan ini agar tidak hanya menghadirkan tempat tinggal dengan estetika terbaik. Namun, dengan tujuan hunian tersebut layak untuk menjadi lahan usaha seperti homestay, rumah makan dan butik. Sekalipun dasarnya adalah unit-unit hunian berdesain modern.

Jika Anda tertarik untuk membawa nuansa etnik jawa ke dalam dekorasi hunian Anda, beberapa tips di bawah ini harus Anda perhatikan dengan baik-baik.

Tips Menciptakan Nuansa Etnik Jawa pada Hunian

1. Ukiran pada Furnitur

Furnitur yang digunakan dalam hunian untuk konsep Etnik Jawa adalah beberapa furnitur dengan ukiran-ukiran desain nuansa Jawa. Contohnya seperti Pintu Gebyok, yang merupakan pintu kayu ala rumah tradisional yang terlihat megah dengan ukiran kayu yang detail. Pintu Gebyok biasanya digunakan pada pintu utama. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengganti semua pintu dengan Pintu Gebyok.

Furnitur lainnya yang cocok diukir tanpa mengurangi nuansa modern adalah bangku bale dan lampu gantung klasik. Memaksimalkan warna coklat pada furnitur tersebut sehingga kesan tradisional masih terasa, namun mewah dan tidak berlebihan.

2. Menggunakan Kain Batik

Siapa yang tidak mengenal batik? Ternyata, selain untuk busana, kain batik sangat cocok digunakan untuk membantu mempercantik hunian Anda, lho. Kain batik akan memperlihatkan rumah Anda menjadi lebih Indonesia.

Setiap wilayah pasti memiliki motif batik ikonik. Disini Anda harus bijak untuk memilih motif apa yang paling tepat untuk mendekorasi interior hunian Anda. Anda bisa menggunakannya sebagai sprei, sarung bantal, gorden, atau bahkan hanya ditempel di dinding dengan desain sedemikian rupa supaya tidak terasa kosong.

3. Lantai Tegel Tidak Kalah Estetik

Lantai Tegel adalah lantai yang populer di kisaran tahun 1970-1980an. Walaupun populer 30 tahunan silam, tetapi sampai sekarang desain tersebut tidak pernah dimakan zaman karena gabungan kesan tradisional dan juga modern tidak pernah mati.

Sebut saja pada contoh sebelumnya yakni rumah dijual di Malang. Beberapa rumah dijual di Malang menambahkan aksen Lantai Tegel di beberapa wilayah agar lebih meningkat secara estetik. Beberapa dari mereka percaya akan beberapa keuntungan menggunakan lantai tegel, di antaranya adalah tahan lama serta harga terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *